REKAM JEJAK KAMPUNG POMRI/ MOSUN
![]() |
| Kampung Mosun tampak dari atas Gunung |
KAMPUNG MOSUN ATAU DIKENAL DENGAN SARWATA,POMRI
Mosun merupakan kampung di Distrik Aifat Utara Kab.Maybrat Provinsi Papua Barat. kampung mosun terdiri dari Empat Kampung Pemekaran yaitu, kampung Wayane berada pada seblah barat kampung Mosun, kampung Mosun utara berada di sebalah utara dari kampung Mosun, .dan Mosun timur berada di seblah timur dari kampung mosun.
Kampung Mosun seblumya atau dikenal dengan kampung lama, berada di sebalah barat dari kampung Mosun atau pomeri. proses pemindahan dari kampung mosun lama ke pomeri ini pada Tahun 1997,proses pindah ini diakibatkan adanya banjir yang sering terjadi dan banjer tersebut dapat hingga merusak pemukiman masyarakat dan lokasi kampung mosun tersebut.
pada kampung lama mosun ini, sangat lah strtgis buat potensi banjir yang sangat besar, dampak dari banjir yang terjadi atau di hadapi oleh masyarakat kampung mosun, yaitu bayak masyarakat,anak- anak,balita yang mendapat penyaki.sehingga itu semua berahir dengan kematina yang sangat tinggi pada angka kematian balita dan dewasa di kampung mosun pada waktu itu.
dengan semua wabah yang terjadi di kampung mosun pada waktu itu, terpikirlah oleh seseorang Guru SD YPPK St.Agustinus Mosun, Alexsander Turot,S.Pd. yang juga wargga kampung mosun beliao memikirkan Nasib buruk yang menimpah wargga dan murid-muridnya di Kampung Mosun sehingga turot memikirkan jalan keluar untuk membuka kampung baru demi menyelamatkan wargga dan anak muridnya.
Proses pemikiran turot ini, truslah berkelanjutan, ia mengkordinasikan hal ini ke wargga kampung mosun dan Pastor Paroki St.yosep Ayawasi, sehingga iya pun dapat masukan,saran,bahkan jawaban dari Pastor Paroki Ayawasi, Pastor Bosco rerensi.
Pastor Paroki menyanyakan hal ini kepada turot, jika pindah diman lokasinya dan lokasi itu milik siapa dan apakah pemilik hak ulayat bersedia lahanya dijadikan kampung. semua itu pun menjadi bahan pemikiran bagi turot yang juga sebagai guru sd dan wargga kampung mosun.
Hak ulayat dalah kewenagan, yang menurut hukum adat, dimiliki oleh masyarakat hukum adat atas wilayah tertentu, hal ini sebagai bahan perimbangan dan pemikiran turot, sehingga belio mengambil keputusan untuk memberikan jawaban balik kepada Pastor Paraoki.
dengan sangat rendah hati dan memikirkan semua yang terbaik untuk untuk masyarakat dan umat beraggama di mosun maka turot bersedia memberikan hak ulayatnya untuk di jadiakn lokasi pemukiman baru bagi masyarkat kampung mosun.
lokasi yang diberikan pak turot berda di seblah selatan dari kampung mosun, lokasi tersebut iyalah pomri, lokasi yang hanya berjarak 2 kilo dari kampung mosun lama. mendegar itu semua dan, pastor paroki pun sangat senang, dan pastor pun berkata kapan kita mulai membongkar/membersikan, lahan untuk peroses pemindahan sehingga saya bisa ikut membersihkan lokasi tersebut.
lokasi yang diberikan oleh pak turot ini, sangatlah strategis untuk mendirikan sebuah kampung dan lokasi terebut terhindar dari banjir yang terjadi. dan masyarakat satu persatu pun memulai memindahkan rumahnyan/ mendirikan rumahnya di lokasi pomri ini.
disitulah masyarakat memulai semuanya, memulai menata kampung, membangun sekolah,dan membangun rumah beribahdah gereja. hinggga seiring berjalan waktu bapak penctus atau pejuangan kampung pomeri dipanggil oleh Tuhan yang Maha kuasa.
masyarakat pun hidup dan saling bahu-membahu, membangun kampung pomri sampai saat yang ada ini, hingga menciptakan masayarkat mosun yang, sejahtra, sehat jasmani,rohani.dan melahirka intelektula mosun yang sangat imbangi kampung mapung lain di Aifat Utara.



Komentar